Sejarah Pendahuluan Masjid Agung Semarang

SELAYANG PANDANG MASJID AGUNG SEMARANG DARI DOELOE HINGGA SEKARANG I. PENDAHULUAN MASJID AGUNG SEMARANG, adalah Masjid tertua di kota Semarang - ibukota Jawa Tengah - memiliki sejarah panjang dan terkait erat dengan sejarah berdirinya kota Semarang. Masjid yang telah menjadi cagar budaya dan harus dilindungi menjadi kebanggaan warga Semarang karena bangunannya yang khas, mencerminkan jatidiri masyarakat pesisir yang lugas tetapi bersahaja. Seperti halnya pada Masjid-masjid kuno di pulau Jawa, Masjid Agung Semarang berada di pusat kota (Alun-alun) dan berdekatan dengan pusat pemerintahan (kanjengan) dan penjara, serta tak berjarak jauh dari pusat perdagangan (pasar Johar), merupakan ciri khas dari tata ruang kota pada jaman dahulu. Alun-alun depan Masjid Agung Semarang tampak luas dan asri belum ada bangunan di atasnya dan masih digunakan untuk jalur trem.antar-kota. Pengaruh Walisongo pada masa perkembangan Islam di tanah Jawa yang begitu kuat, memengaruhi ciri arsitektur Masjid Agung Semarang. Ini semua bisa dilihat dari atap Masjid yang berbentuk tajug tumpang (tingkat) tiga. Arsitektur ini juga mirip dengan Masjid Agung Demak yang dibangun pada masa Kesultanan Demak. Atap tingkat tiga merupakan representasi dari makna filosofi Iman, Islam, dan Ikhsan. Berbeda dengan Masjid Agung Demak, Atap Masjid Agung Semarang dibungkus dengan bahan seng bergelombang, pada waktu itu merupakan bahan yang langka dan secara khusus harus didatangkan dari Belanda. Masjid Agung Semarang memilii ciri arsitektur Jawa yang khas, dengan bentuk atapnya menyiratkan bangunan gaya Majapahit, bertingkat tiga yang merupakan penggambaran Iman, Islam dan Ikhsan. Bagian tajug paling bawah menaungi ruangan ibadah. Tajug kedua lebih kecil, sedangkan tajug tertinggi berbentuk limasan. Semua tajug ditopang dengan balok-balok kayu jati berstruktur modern. Yang membedakan lagi, bangunan utama Masjid Demak disangga empat soko guru, sedang atap Masjid Agung Semarang ditopang 36 soko (pilar) yang kokoh. Atap Masjid terbuat dari bahan seng yang saat itu merupakan bahan langka dan secara khusus didatangkan dari Belanda. Sampai sekarang, atap seng masih terpelihara dan menjadi salah satu ikon Masjid. Ujung atap limasan diberi hiasan mustaka yang memiliki filosofi derajat tertinggi yang ingin dicapai manusia, Foto kuno Masjid dengan bentuk atap bertingkat tiga dan ujungnya limasan. Atap terbuat dari bahan seng yang saat itu merupakan bahan langka Di ruangan Masjid, terdapat mihrab yang terlihat runcing dengan langit-langit dari beton, terdapat mimbar imam yang terbuat dari kayu jati dilengkapi ornamen ukir yang indah. Konon pada jaman dahulu mimbar ini dibuat sepasang, salah satunya untuk tempat sholat Bupati Semarang. Sementara pintunya berbentuk rangkaian daun waru, melambangkan arsitektur khas Persia atau Arab. Kompleks Masjid dibatasi pagar tembok dan pagar besi. Entrance utama berupa gerbang masuk gapura (tepatnya di Jl. Alun-alun Barat) dan pada samping (tepatnya pada Jl. Kauman) terdapat pintu gapuro yang lebih kecil. Gapuro Masjid diresmikan pada tahun 1905, pada dindingnya terdapat empat prasasti dalam empat bahasa : Arab, Melayu, Jawa dan Belanda Masjid Agung Semarang memiliki peranan penting dalam penyebaran agama Islam di kota Semarang, Bahkan Masjid ini juga dianggap sebagai simbol perbauran masyarakat, Sebab, di sekitar Alun-alun dekat Masjid kala itu bermukim warga dari berbagai etnis. Di sebelah utara yang berbatasan dengan Kali Semarang dan pelabuhan, merupakan perkampungan warga etnis Arab dan Koja. Di sebelah barat bermukim etnis Melayu dan sebelah selatan bermukim etnis Jawa yang membaur ke timur bersama etis China. Hingga kini, di sekitar Masjid masih terdapat kawasan Pecinan Semarang. Dengan fakta itu, Masjid Agung Semarang menjadi rumah suci pemersatu umat. Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, Masjid Agung Semarang juga juga menyimpan cerita yang menarik. Masjid ini menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia secara terbuka hanya beberapa saat setelah diproklamirkan. Seperti diketahui Proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta pada hari Jum’at, pukul 10.00 pagi. Lebih kurang satu jam setelah itu yaitu pada saat sebelum sholat Jum’at, Proklamasi kemerdekaan RI diumumkan di Masjid Agung Semarang secara terbuka melalui mimbar Jum’at dan bahkan direlay secara langsung oleh “Semarang Hoso Kyoku” (sekarang RRI Semarang). Sebagai penghargaan atas peristiwa tersebut pada tahun 1952, Presiden RI pertama Ir. H. Soekarno menyempatkan diri hadir untuk melakukan sholat Jum’at dan berpidato di Masjid ini. Mengingat pentingnya Masjid Agung Semarang maka perlu disusun buku tentang Masjid ini. Buku yang menyajikan data sejarah dan keterangan tentang awal berdirinya Masjid dan perkembangannya dari masa ke masa. Diharapkan dengan buku sejarah tentang Masjid ini dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengkaji dan mengenal lebih dekat Masjid Agung Semarang.

Posted by Unknown on 12.30. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

1 komentar for Sejarah Pendahuluan Masjid Agung Semarang

  1. Apa masjid ini yg skrang mjd masjid agung jawa tengah. . .brty udah di bongkar donk?

Leave comment

Recent Entries

Recent Comments

Photo Gallery